City Development Strategies (CDS): Kunjungan Tim ke Kota Pekalongan

Oleh John Taylor

Ketika matahari tenggelam di Laut Jawa, nelayan masih juga asik memancing diantara jajaran mangrove di pesisir Pekalongan. Tidak jauh dari situ, sepanjang pantai, terjajar tumpukan batu untuk proyek pembangunan . Sementara di sisi lain kota, para pedagang mulai menutup kios mereka di pasar. Mereka akan menggelar lagi dagangan batik mereka esok hari.


Saat ini, tim Solo Kota Kita sedang berada di Pekalongan, kota kecil di pesisir utara Jawa berpenduduk sekitar 200,000 jiwa. Kami berkunjung dalam rangka Program City Development Strategy; Making Urban Investment Work bersama UN Habitat Indonesia. Kami akan berkunjung ke berbagai lokasi dan rencana proyek pemerintah.

Salah satu tujuan dari CDS adalah membuat profil kota – kota CDS yaitu Pekalongan, Solo dan Banjarmasin. Profile ini akan menggambarkan dan mengkomunikasikan visi strategis kota dan pemangku kepentingan yang terkait, serta memberikan analisa terkait isu perkotaan sebagai dasar pemahaman bagi masyarakat terkait proyek yang akan di rencanakan kota. Tim CDS juga akan memfasilitasi Workshop Partisipatif dengan masyarakat untuk menjelaskan tentang proyek yang sedang direncanakan pemerintah. Hal ini dilakukan dalam rangka memdorong munculnya dukungan yang kuat terhadap proyek strategis kota.

Berbagai kegiatan diatas adalah bagian dari kerja advokasi yang dilakukan UN- Habitat dan Solo Kota Kita dalam membantu kota-kota di Indonesia mendapat akses pendanaan untuk mensukseskan rencana investasi mereka. Dengan membantu kota mendemonstrasikan rencana strategis dan initiatif investasi publik (seperti terminal bus dan perbaikan pasar), akan memudahkan pemerintah pusat mengalokasikan pendanaan ke lokal.

Suasana sore dan suasana pasar batik merupakan gambaran tentang Pekalongan, kami memotret tantangan dan kemana arah pembangunan kota Pekalongan. Saat ini Kota Pekalongan menghadapi masalah terkait rob atau banjir luapan air laut. Pemerintah sedang mengembangkan tembok penghalang ombak untuk melindungi kota dari abrasi dan rob. Di sisi ekonomi, pemerintah sedang mendorong batik menjadi penggerak ekonomi utama. Batik merupakan warisan budaya Pekalongan. Sehingga industri ini memainkan peran penting dalam menciptakan lapangan pekerjaan dan income bagi masyarakat ke depan.

Kami berharap dengan mengunjungi Pekalongan dapat mengerti bagaimana kehidupan kota ini, dan memahami proyek-proyek strategis kota ini dimasa mendatang. Kami akan membantu mengkomunikasikan apa yang kami pelajari disini melalui profil CDS Kota Pekalongan.

2 Respon untuk City Development Strategies (CDS): Kunjungan Tim ke Kota Pekalongan

  1. Theresia berkata:

    CDS disini kelihatan sudah bisa mengindikasikan bahkan sudah dapat dikatakan sebagai matriks program untuk pembangunan kota tersebut, yang saya tanyakan apakah CDS ini se level dengan Strategi Pengembangan Kota (sebagai bagian dari RTRW) yang diamanatkan oleh Undang-Undang Penataan Ruang

  2. Rifai berkata:

    Sebagai sebuah dokumen strategi, CDS memasukkan berbagai dokumen perencanaan yang ada di Kota Pekalongan seperti RPJMD, RPIJM dan RTRW.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>