Mini Atlas dan Penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Kelurahan

Oleh Ahmad Rifai

Pada awal Agustus 2010, saya diundang pada pertemuan Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) Kota Solo tentang upaya penanggulangan kemiskinan kota. Tim ini terbentuk atas mandat Permendagri No.42 Tahun 2010 tentang koordinasi penanggulangan kemiskinan daerah. Untuk saat ini, tim Kota Solo terdiri dari 4 kelompok kerja: (1) Riset dan data Informasi, (2) program penanggulangan kemiskinan berbasis masyarakat, (3) program penguatan ekonomi kecil dan mikro, dan (4) program bantuan social berbasis rumah tangga.

TKPKD mempunyai mandate utama mewujudkan strategi local penanggulangan kemiskinan kota dan sinergi antar program. Pada saat bersamaan TKPKD juga harus menyiapkan upaya membangun perencanaan jangka menengah tingkat kelurahan (RPJMKel).

Tiga minggu kemudian, saya hadir dalam pertemuan di TKPKD tentang rencana menyusun pilot RPJMKel di Sudiroprajan. Langkah ini dilakukan untuk mencari metode yang tepat dalam mewujudkan RPJMKel di tiap kelurahan di Kota Solo.

Dalam pandangan saya, Mini Atlas yang dikembangkan Solo Kota Kita dapat menjadi alat yang efektif dalam mendampingi diskusi di level kelurahan, terutama dalam mengidentifikasi masalah, aset dan jenis intervensi di kelurahan.

Ketika di implementasikan di Sudiroprajan, saya terkejut karena mampu melihat dengan jernih permasalahan di sekitar mereka jika ada informasi yang ditampilkan untuk membantu diskusi. Sebagai contoh, di RW 4, warga antusias melihat peta dan statistik. Melihat statistic tingginya anak putus sekolah di RW empat, warga melihat pentingnya membangun perpustakaan di komunitas agar ada ruang belajar bagi anak-anak mereka.

Meskipun musrenbang belum bergulir, namun kami yakin Mini Atlas akan bisa membantu diskusi musrenbang melihat dinamika yang terjadi di Sudiroprajan. Saya melihat, pilot di Sudiroprajan menunjukkan bahwa informasi dapat membantu identifikasi masalah di RW, terutama melihat Sudiroprajan yang merupakan kelurahan termiskin di Kota Solo.

Pilot ini akan menjadi basis pengambangan metode RPJMKel di keluraha lain di Kota Solo. Banyak stakeholder kota yang merasa optimis RPJMKel akan bisa medorong agregasi pembangunan kota. PNPM dapat terbantu dalam mensingkronkan program mereka dengan perencanaan kelurahan, pemerintah kota dapat lebih mengembangkan prioritas pembangunan kota, dan NGO juga dapat mengadaptasi perencanaan kelurahan dalam intervensi mereka.

Solo Kota Kita tentunya akan terus berperan dalam menyediakan tool dan membangun proses perencanaan. Informasi petadan statistic dapat manjadi instrumen utama dalam membantu proses bermusyawarah / perencanaan.

4 Responses to Mini Atlas dan Penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Kelurahan

  1. Dodo Juliman says:

    Good job John and Rifai! Keep up your spirit, cause the more important thing from inventing is maintaining, improving and developing it to become a sustainable system.

    All the best!
    Dodo Juliman

  2. Salam dan Sukses tuk Solo Kota Kita…Semoga bermanfaat data yang sudah terspasialkan…

    Regards,
    Aji Putra Perdana

  3. Adi Kurniawan says:

    keren2….
    sebuah langkah untuk memanfaatkan data spasial yang demokratis (dari, oleh , dan untuk masyarakat itu sendiri)

    Semoga hal ini dapat dijadikan sebagai contoh bagi daerah lain, dan dengan adanya hal semacam ini, diharapkan masyarakat juga dapat lebih mengenali kondisi lingkungannya masing2.

  4. Rifai says:

    Terima kasih Mas dodo, Aji dan juga Adi….kawan berharap dukungan kawan-kawan untuk tahun ini bisa update data dan memantapkan proses musrenbang…

    Kami sedang menggalang dukungan kelurahan untuk perbaikan proses pengumpulan data ..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>