Satu Pertanyaan Sederhana

Oleh Ahmad Rifai

Jika anda ingin melihat kelurahan anda lebih baik di masa mendatang, apa yang ingin anda lakukan?

Sepintas pertanyaan itu cukup sederhana dan kita membayangkan masyarakat tidak akan mengalami kesulitan menjawab pertanyaan tersebut. Namun ketika Tim Solo Kota Kita melakukan survei langsung ke masyarakat, hal diatas tidak lah sesederhana yang kita pikirkan.

Banyak ditemukan, terutama di komunitas miskin, masyarakat merasa keberatan menjawab pertanyaan tersebut dengan berbagai alasan:

“Saya tidak punya pendapat, ada baiknya anda bertanya pada pihak kelurahan”

“Saya hanya warga biasa, saya tidak dapat berkomentar, dan saya tidak yakin bisa memberikan jawaban yang benar”

“Orang miskin seperti saya hanya bisa setuju dengan pemerintah”

“Saya tidak tahu apa-apa untuk menjawab itu; saya hanya bisa bilang bahwa kelurahan ini sudah cukup baik”.

Kenapa orang tidak mampu menyampaikan pendapat tentang kelurahan mereka sendiri? Saya menarik dua kesimpulan yaitu pertama, bahwa memang tidak ada yang menanyakan kepada mereka pertanyaan semisal itu sebelumnya, dan kedua adalah tidak ada cukup informasi bagi warga tentang kelurahan mereka.

Kesimpulan pertama menjelaskan bahwa ada kondisi dimana warga di kelurahan tidak mempunyai kesempatan terlibat dan berpartisipasi dalam proses pengambilan keputusan di kelurahan. Kelompok miskin tidak pernah ditanya atau dimintai pendapat tentang kelurahan mereka.

Kemudian saya berfikir bahwa proses “marginalisasi” yang menjauhkan mereka dari proses perencanaan dan pembangunan telah membatasi akses, kesempatan dan juga hak mereka sebagai warga untuk mengeluarkan pendapat tentang lingkungan mereka.

Terkait dengan ketersediaan informasi, ada banyak informasi di level kelurahan, namun banyak orang yang tidak punya cukup akses terhadap informasi. Hal ini menyebabkan orang tidak mampu memunculkan pendapat tentang pembangunan di lingkungan mereka karena akses yang terbatas untuk menghasilkan pengetahuan dan pemahaman akan permasalahan lokal.

Sejalan dengan semangat Solo Kota Kita yaitu meningkatkan kesadaran masyarakat tentang masalah perkotaan, maka saya sadar betul bahwa kenyataan ini muncul karena minimnya akses informasi masyarakat terhadap masalah disekelilingnya. Memperluas akses dan menyebarkan informasi yang bermanfaat bagi masyarakat menjadi sangat penting agar mereka mampu memperkuat basis aspirasi mereka terhadap proses pembangunan atau perubahan yang terjadi di Kota Solo. Karena Solo Kota Kita berangkat dari kebutuhan masyarakat yang mendasar, maka saya yakin kegiatan ini akan memberi sumbangan signifikan pada perbaikan Kota Solo.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *