Kilas Sejarah

Solo Kota Kita mengembangkan alat – alat bagi advokasi dan perencanaan pembangunan di Kota Surakarta (Solo), Jawa Tengah, Indonesia. Inisiatif ini dimulai pada Maret 2009 dalam bentuk “pilot project”.
LANJUTKAN BACA ->

Metodologi

Solo Kota Kita menggabungkan pendekatan “desentralized survey” dengan penggunaan teknologi sederhana untuk mengilustrasikan aset-aset dan masalah- masalah di setiap kelurahan di Solo. Ada empat langkah utama yang ditempuh – 1) pengumpulan data; 2) pemetaan; 3) analisa data; 4) penyebaran informasi.
LANJUTKAN BACA ->

Kontributor Proyek

Solo Kota Kita terdiri dari desainer, perencana kota, pegiat LSM, dan mahasiswa arsitektur dari berbagai negara yang sama-sama punya ketertarikan terhadap pembangunan kelurahan dan perkembangan kota.
LANJUTKAN BACA ->

Mahasiswa dan Kerelawanan

Mahasiswa desain sangat berperan dalam Solo Kota Kita sejak awal kegiatan ini – dari pengumpulan data hingga membuat gambar dalam mini atlas. Berikut beberapa pendapat dari mahasiswa yang terlibat dalam proyek ini tentang pentingnya kerelawanan (volunteerism) dalam menunjang studi mereka.
LANJUTKAN BACA->

Pendukung dan Penyandang Dana

Solo Kita Kita terwujud berkat bantuan pendanaan dari Ford Foundation, USAID / SERASI dan UN HABITAT dan didukung sepenuhnya oleh Walikota Surakarta Joko Widodo dan Pemerintah Kota Surakarta.
LANJUTKAN BACA ->