Kilas Sejarah
Solo Kota Kita mengembangkan alat – alat bagi advokasi dan perencanaan pembangunan di Kota Surakarta (Solo), Jawa Tengah, Indonesia.
Inisiatif ini dimulai pada Maret 2009 dalam bentuk “pilot project”. Sejumlah mahasiswa arsitektur dan planologi dari Universitas Sebelas Maret melakukan survey kecil di beberapa kelurahan di Kota Solo. Dengan dukungan dari Walikota Solo Joko Widodo, survey dikembangkan untuk seluruh 51 kelurahan di Kota Solo. Sejak saat itu, tim Solo Kota Kita dengan bantuan fasilitator kelurahan mengumpulkan data dan suara warga di setiap kelurahan. Survey selesai dilakukan Juni 2010 dan informasi disusun dalam bentuk 51 mini atlas.
Tujuan dari Solo Kota Kita adalah meningkatkan kesadaran masyarakat akan masalah perkotaan dan memperkuat suara masyarakat dalam proses penganggaran partisipatif _yang dikenal dengan Musrenbang.
Dalam meningkatkan kesadaran terhadap masalah perkotaan, mini atlas menunjukkan bagaimana kehidupan di kelurahan berjalan dan juga pola hubungan masalah sosial dan ekonomi. Untuk pertama kali di tahun 2010, mini atlas memungkinkan warga yang ingin terlibat di Musrenbang bisa mengakses informasi tentang kelurahan dan bagaimana pembangunan di kelurahan berjalan. Membuat keputusan dengan basis data informasi dapat memperkuat hubungan antara keinginan dan kebutuhan warga dengan bagaimana investasi pembangunan oleh pemerintah di kelurahan.
Tim kami membawa banyak perspektif, namun mempunyai perhatian yang sama terhadap pembangunan di kelurahan dan pertumbuhan kota secara umum. Design yang kami kembangkan dimaksudkan untuk memperbaiki sistem pembangunan di level kelurahan, dan itulah mengapa fokus kami adalah memberi panduan bagi proses terciptanya “ruang fisik” kelurahan_proses penganggaran partisipatif. Sehingga dengan menyediakan alat (tools) bagi warga agar lebih efektif dalam musrenbang, kami mencoba memperbaiki linkungan di kelurahan.
English
Bahasa







