Metodologi
Solo Kota Kita menggabungkan pendekatan “desentralized survey” dengan penggunaan teknologi sederhana untuk mengilustrasikan aset-aset dan masalah- masalah di setiap kelurahan di Solo. Ada empat langkah utama yang ditempuh – 1) pengumpulan data; 2) pemetaan; 3) analisa data; 4) penyebaran informasi.
Pertama, kami mengirim Fasilitator Kelurahan untuk mengumpulkan data dari setiap Ketua RT di kelurahan – kelurahan di Kota Solo. Ketua RT merupakan pimpinan unit terkecil secara administratif di Solo. Ketua RT mempunyai data tentang pendidikan, kemiskinan, dan masalah lain yang dikumpulkan oleh fasilitator dengan menggunakan kuisener.
Solo Kota Kita mempunyai 12 Fasilitator yang bekerja secara independen dan menghabiskan waktu cukup lama di setiap kelurahan. Ada lebih dari 2700 RT di Solo, yang berarti fasilitator kami berinteraksi langsung dengan sekurangnya 2700 responden selama survey berlangsung. Pendekatan ini memungkinkan tim kami menjangkau wilayah yang cukup luas dan mengumpulkan informasi langsung tentang apa yang terjadi di kelurahan.
Selanjutnya, kami memasukkan data ke dalam Sistem Informasi Geografis atau Geographic Information System (GIS). GIS merupakan teknologi berbasis komputer yang menghubungkan data tabular dengan peta Kota Solo. Artinya kita bisa memetakan di mana terdapat kemiskinan yang tinggi di Solo, dan di mana yang rendah kemiskinanya.
Tim kemudian bekerja bersama untuk melakukan analisa bagaimana kondisi dan pembangunan di setiap kelurahan. Kami menganalisa data dan peta untuk memahami bagaimana satu kelurahan dibandingkan dengan kelurahan lain di Kota Solo, dan bagaimana setiap indikator terdistribusi di tiap kelurahan.
Setiap orang dalam tim mempunyai perspektif yang berbeda – karena Fasilitator Kelurahan menghabiskan waktu cukup lama di kelurahan, mereka mengerti apa yang masyarakat anggap sebagai aset dan masalah. Kami merekam analisa dan ide-ide itu dalam bentuk mini-atlas.
Langkah terakhir adalah kami mendistribusikan mini atlas pada masyarakat agar bisa digunakan dalam perencanaan partisipatif. Mini Atlas dicetak dan didistribusikan ke setiap pimpinan komunitas atau lembaga kelurahan. Kami juga menempelkan Mini Atlas di papan pengumuman di Balai Kelurahan. Mini atlas juga bisa didownload dari www.solokotakita.org.
English
Bahasa







